Melihat Dampak Bantuan Literasi, Kepala Badan Bahasa Sambangi Rumah Baca Anak Nagari
Kabupaten Agam kembali mendapat perhatian dalam upaya penguatan budaya literasi nasional. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., mengunjungi salah satu komunitas literasi di daerah tersebut, Rumah Baca Anak Nagari (RBAN), pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momen istimewa bagi pegiat literasi setempat. Selain dipimpin langsung oleh Kepala Badan Bahasa, rombongan juga didampingi oleh Dr. Ganjar Harimansyah, S.S., M.Hum., Sekretaris Badan Bahasa, bersama sejumlah pejabat dan staf dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pengelola, relawan, guru, serta anak-anak binaan Rumah Baca Anak Nagari. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap peran komunitas literasi dalam meningkatkan budaya baca, memperkuat kecakapan literasi masyarakat, serta menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi anak-anak dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Founder Rumah Baca Anak Nagari, Sry Eka Handayani, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas komunitas yang dirasakan RBAN dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui Program Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Literasi Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas program literasi, serta memperluas jejaring kolaborasi komunitas. Berkat dukungan tersebut, Rumah Baca Anak Nagari semakin mantap menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Rumah Baca Anak Nagari sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Sumatera Barat, Hasan Achari Harahap. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah, khususnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, memiliki arti penting bagi tumbuh dan berkembangnya ekosistem literasi di Sumatera Barat.
“Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi gerakan literasi di Sumatera Barat. Kami merasakan secara langsung bagaimana kehadiran pemerintah memberikan dampak nyata bagi komunitas literasi. Melalui fasilitasi yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, khususnya melalui Bimbingan Teknis Pembinaan Komunitas Literasi, taman bacaan masyarakat dari berbagai daerah berhasil dipertemukan dan dihimpun dalam satu wadah bersama, yaitu Forum TBM Sumatera Barat,” ujar Hasan.
Ia menambahkan bahwa pada tahun yang sama Program Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Literasi berhasil menjangkau 13 komunitas literasi di Sumatera Barat. Melalui program tersebut, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp650 juta untuk mendukung berbagai kegiatan literasi berbasis masyarakat di tingkat akar rumput.
“Dukungan ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memperkuat gerakan literasi masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh komunitas penerima bantuan, tetapi juga oleh masyarakat luas yang menjadi penerima manfaat dari berbagai program literasi yang kami jalankan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Badan Bahasa untuk melihat secara langsung dampak program bantuan yang telah diberikan kepada komunitas literasi.
“Saya datang mengunjungi salah satu komunitas literasi penerima bantuan tahun 2024, yaitu Rumah Baca Anak Nagari di Kabupaten Agam, untuk memastikan bahwa program yang kami gulirkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Hafidz.
Ia juga memberikan motivasi kepada para guru yang hadir agar memanfaatkan keberadaan Rumah Baca Anak Nagari sebagai mitra sekolah dalam mengembangkan budaya baca dan kegiatan literasi peserta didik. Menurutnya, koleksi buku dan berbagai program yang dimiliki rumah baca dapat menjadi sumber belajar yang mendukung proses pendidikan di lingkungan sekitar.

Suasana kunjungan semakin meriah ketika anak-anak binaan Rumah Baca Anak Nagari menampilkan berbagai pertunjukan literasi dan seni. Mereka membawakan pembacaan puisi, berpantun, bertutur, hingga mendongeng di hadapan para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa literasi tidak hanya tumbuh melalui aktivitas membaca, tetapi juga berkembang melalui kreativitas, keberanian berekspresi, dan pelestarian tradisi lisan.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap gerakan literasi masyarakat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga menyerahkan sejumlah buku kepada Rumah Baca Anak Nagari. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan yang tersedia serta memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang berkualitas.
Kunjungan Kepala Badan Bahasa ke Rumah Baca Anak Nagari menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas merupakan kunci dalam membangun budaya literasi yang kuat. Dari sebuah rumah baca di pelosok Kabupaten Agam, semangat literasi terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak masyarakat, membuktikan bahwa gerakan literasi yang didukung bersama mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masa depan.


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.