Membangun Keberanian Berbicara Lewat Kelas Public Speaking Rumah Baca Anak Nagari
Suara lantang menggema dari pelantang suara di ruang temu Rumah Baca Anak Nagari. Di hadapan puluhan peserta, Kak Andin tampak serius menyampaikan materi dalam kelas public speaking yang digelar Rumah Baca Anak Nagari. Pertemuan yang berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026 itu menjadi sesi kedua dari lima pertemuan yang telah dirancang dalam program pelatihan tersebut.
Pada sesi kedua ini, pembelajaran lebih difokuskan pada praktik berbicara di depan publik. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang menitikberatkan pada penguatan fundamental dan pembentukan mindset seorang public speaker, kali ini peserta diajak langsung mengasah keberanian, intonasi, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif.
Suasana kelas pun terasa lebih cair dan hangat. Para peserta terlihat lebih rileks setelah mulai saling mengenal, baik dengan sesama peserta maupun narasumber. Interaksi yang terbangun membuat proses belajar berlangsung lebih hidup dan komunikatif.

Kelas public speaking yang digagas Rumah Baca Anak Nagari bersama Progresif.id menjadi salah satu terobosan baru komunitas literasi di Kabupaten Agam. Program ini tidak hanya memperluas ruang belajar masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata pemberdayaan masyarakat melalui penguatan keterampilan komunikasi.
“Kami berharap kelas public speaking yang diselenggarakan oleh Rumah Baca Anak Nagari bersama Progresif.id mampu memberikan dampak nyata bagi para peserta. Semoga kelas ini melahirkan individu-individu yang percaya diri dan mampu berbicara dengan baik di ruang publik,” ungkap Hasan yang turut menyaksikan jalannya kegiatan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam di setiap sesi itu disambut antusias oleh peserta. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, aparatur sipil negara (ASN), perawat, guru, pegiat literasi, hingga pelaku UMKM. Keikutsertaan mereka dalam kelas tersebut didorong oleh semangat untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus mengembangkan kapasitas diri di tengah tuntutan komunikasi yang semakin dinamis.
Rumah Baca Anak Nagari terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui gerakan literasi yang telah berjalan selama sembilan tahun sejak berdiri pada 2017 silam. Sebagai salah satu simpul literasi di Sumatera Barat, Rumah Baca Anak Nagari memahami bahwa gerakan literasi tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi fondasi penting agar gerakan tersebut terus tumbuh, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Semangat kolaborasi itulah yang kini terus dirawat, menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya menumbuhkan budaya baca, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi perubahan sosial di era modern.
Salam Literasi!


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.