Peluncuran dan Diskusi Buku Perpusnas Press ” Menulis Sebagai Proses Kreatif”
Bukittinggi, rban.or.id, Berlokasi di Hotel Grand Rocky Bukittingggi lantai 3, acara peluncuran dan diskusi buku Perpusnas Press dengan tema “Menulis Sebagai Proses Kreatif” di gelar pada tanggal 08 september 2022 bertepatan dengan hari aksara internasional. Perpusnas dan UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta melaksanakan acara tersebut sebagai puncak rangkaian 2 kegiatan menulis buku di Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2022.

Perpusnas Press melalui program Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) telah mengadakan kegiatan sayembara kepenulisan yang mengangkat tema “Literasi Digital di Era Industri 4.0 dalam Rangka Mendukung Pemberdayaan Kearifan Lokal di Sumatra Barat” sejak bulan mei 2022.
Edi Wiyono sebagai Pimred Perpusnas Press mengatakan, “Kegiatan ILPN ini merupakan tahun ke-3 yang digelar oleh Perpusnas dengan lokus kegiatan di 15 tempat, lebih banyak dari pada tahun 2021 yang hanya dilaksanakan di 8 tempat”. “Metode pelaksanaan ILPN ini dilakukan secara daring yang menyaring sebanyak 15 penulis lokal untuk menghasilkan tulisan berjenis esai yang dijadikan sebagai buku antologi berjudul Yang Tak Lekang Digerus Zaman”, lanjutnya.
Seiring dengan peluncuran buku “Yang Tak Lekang Digerus Zaman”, UPT-Perpustakaan Bung Hatta juga menghasilkan sebuah buku antologi yang bergenre feature sejarah yang diterbitkan oleh perpusnas press dengan judul “Hatta Role Model Nan Role Player”. Berbeda dengan program ILPN yang dilakukan secara daring, buku “Hatta Role Model Nan Role Player” merupakan hasil dari Kegiatan Workshop Karya Tulis Ilmiah Popular Tentang Bung Hatta yang dilakasanakan pada 6-8 juni 2022 di Balai Sidang Bung Hatta, Novotel, Bukittinggi. Sebanyak 75 peserta yang ikut dalam program workshop tersebut membuat tulisan feature sejarah tentang Bung Hatta. Para peserta terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat literasi, guru, PNS, mahasiswa bahkan pelajar.
“Para penulis buku ini harus menerima manfaat dari proses kreatif yang dilakukannya berupa finansial, seharusnya buku ini bisa bermanfaat bagi orang banyak juga, tersebar agar dapat dibaca, bukan hanya mengisi rak buku hingga berdebu” ungkap Sry Eka Handayani ketika ditemui disela-sela acara. Founder RBAN tersebut juga ikut menjadi penulis dalam 2 buku yang diterbitkan oleh Perpusnas Press tersebut.
Founder RBAN mengungkapkan rasa kegembiraannya dengan peluncuran 2 buku ini dikarenakan suaminya, Hasan Achari Harahap yang juga sebagai ketua RBAN menulis buku bersama dalam buku “Hatta Role Model Nan Role Player”.

“Ini adalah buku yang ke 2 setelah sebelumnya kami juga pernah menulis buku bersama pegiat-pegiat literasi Sumatra Barat di tahun 2020 dengan judul “yang tak pernah kehilangan candu pada buku”, kegiatan tersebut juga bersama Duta Baca Sumatera Barat tahun 2018-2022, Mardhiyan Novita MZ yang juga menjadi narasumber dalam acara peluruncuran buku ini”, Ungkapnya.
Mardhiyan Novita MZ yang juga ikut menjadi penulis dalam 2 buku yang diluncurkan oleh Perpusnas Press tersebut juga menjadi salah satu dari 4 narasumber yang hadirkan dalam acara tersebut, yaitu Muhamad Subhan, sebagai Founder Kelas Menulis Daring, Bapak Johnny sebagai Kadis Arsip dan Perpustakaan kota Bukittinggi dan Bapak Edi Wiyono sebagai Pimpred Perpusnas Press.
Acara ini dihadiri oleh 50 undangan yang berasal dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Bukittinggi, Agam dan Padang Panjang. Bapak Yurnaldi yang juga menjadi pembimbing dan editor ikut serta dalam acara ini. Selain itu 15 penulis Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) dan 15 perwakilan peserta dari Workshop Karya Tulis Ilmiah Popular Tentang Bung Hatta juga menjadi saksi dari peluncuran dan diskusi buku tersebut.

